SENSITIVE AIRCRAFT BAND RECEIVER

Aircraft Band Receiver

Pada rangkaian aircraft band receiver sebelumya, umumnya pengunjung blog, agak kesulitan untuk memperoleh komponen Transistor  jenis FET  di pasaran,karena biasanya hanya tersedia di toko parts elektronika khusus Transceiver Equipment. Maka saya mencoba memodifikasi dengan menggunakan transistor bipolar, dengan referensi dari berbagai buku rangkaian elektronika.  Berikut ini adalah rangkaian Airband Receiver yang menggunakan 2 buah transistor jenis NPN. Transistor 1, 2SC2570 merupakan transistor tipe High Frequency Low Noise Amplifier, transistor jenis ini, dapat ditemukan di booster penerimaan sinyal televisi UHF/VHF, bila sulit menemukan di pasaran, bisa mengambil dari rangkaian penguat booster TV VHF/UHF bekas.  Transistor ke 2, BC547, merupakan tipe NPN Amplifier transistor, komponen ini juga banyak tersedia di pasaran.

Receiver ini mudah dirakit hanya dengan waktu singkat, sedikit pengalaman dalam merakit rangkaian elektronika tidak menjadi masalah. Pelajaran elektronika waktu SMP atau Fisika Dasar mengenai rangkaian listrik waktu SMA, akan berguna, untuk mengetahui karakteristik, besarnya nilai kapasitas, ukuran, polaritas, untuk setiap komponen, atau bisa mengenal berbagai komponen elektronika singkat di bagian halaman Belajar Elektronika masih di blog ini. Output dihubungkan ke Audio Amplifier, dapat berupa speaker aktif yang biasa digunakan oleh komputer,masukan audio  in pada komputer,  ataupun rangkaian amplifier lainnya.

Aircraft Band Receiver yang dibangun  dengan 2 transistor ini memiliki sensitifitas penerimaan yang cukup baik  dan tidak kalah sensitifitasnya dengan rangkaian Aircraft Band yang menggunakan FET (Field Effect Transistor), rangkaian ini dapat bekerja pada frekuensi 80-150 MHZ.   Transitor 2SC2570,  variable kapasitor dan lilitan L1, membentuk suatu rangkaian yang disebut  Kolpitz Oscillator.  Frekuensi yang akan di tune, ditentukan dari besarnya  nilai kapasitor  dan nilai lilitan L1.  Komponen ini diharuskan memiliki nilai yang akurat.  Nilai kapasitor CV* yang dipasang seri dengan VC dapat kita ganti nilainya, sesuai dengan frekuensi yang diinginkan.  Saya menggunakan kapasitor dengan nilai 2 pF, untuk tuning aircraft band, yang berada di frekuensi 108-135 MHZ.  VC (variable kapasitor) harus memiliki nilai kapasitansi pF yang kecil antara 5-25 pF, apabila tidak dapat menemukan Variable Kapasitor dengan  ukuran tersebut, dapat diganti oleh Trimmer Kapasitor, pada umumnya nilai trimmer kapasitor memiliki nilai pF yang kecil.

Lilitan L1 terdiri dari 3 sampai 4 lilitan, inti udara dengan diameter lilitan adalah 1 cm , dengan menggunakan kawat email tembaga 1-1,5 mm.  Pembuatan lilitan L1 memerlukan akurasi yang tinggi karena Lebar frekuensi (bandwith)  ditentukan dari lilitan L1 ini, sehingga ukuran diameter kawat, diameter lilitan, jumlah lilitan, panjang lilitan, kerapatan / kerenggangan.  Perubahan frekuensi yang di-tune tergantung  lilitan L1 ini.  L2 merupakan lilitan yang berfungsi sebagai RFC (radio frequency choke), terdiri dari 40-60 lilitan , dililit di benda berbentuk silinder, bisa berupa bekas spidol snowman, diameter  kawat tembaga  0,5-0,6 mm, diameter lilitan 0,8cm – 1 cm,komponen ini  berfungsi sebagai filter. RFC tidak mempengaruhi frekuensi, sehingga tidak memerlukan keakuratan yang tinggi.

Merakit rangkaian receiver ini dapat dilakukan pada experiment board atau biasanya dipasaran dinamakan bread board, atau dengan menggunakan PCB jenis matriks (PCB berlubang dengan kolom dan baris).  Menggunakan breadboard memiliki keuntungan antara lain, kita tidak memerlukan peralatan solder, perakitan lebih cepat, mudah untuk mengganti komponen, mudah untuk melakukan experiment komponen. Kelemahannya antara lain, komponen mudah lepas tidak permanent, induksi antar komponen yang tinggi.  Harap diperhatikan, bila kita menggunakan breadboard maupun PCB matrix, Hubungan perkabelan antar komponen harus sependek mungkin, hal ini untuk mencegah terjadinya Kapasitansi Palsu, dan Induktansi Palsu. Kedua hal tersebut akan berpengaruh terhadap Frekuensi penerimaan dari receiver itu sendiri. Kabel jumper antar komponen diharuskan tidak  tumpang tindih.

Cara Melakukan Set Up Rangkaian

Setelah semua komponen terpasang dengan baik, hubungkan output ke audio amplifier, bisa berupa speaker aktif,  hubungkan juga ground negatif dari rangkaian ke audio amplifier tersebut. Hubungkan power supply/  adaptor / baterai ke rangkaian, jangan sampai terbalik (bila terbalik akan mengakibatkan kerusakan komponen aktif seperti transistor, dan kapasitor electrolyte)  kutub positif dengan kutub positif, dan negatif dengan negatif.  Putarlah variable resistor R3  20 K, secara perlahan dengan obeng,  maka dari audio amplifier akan muncul suara desisan, noise   sssssssss..!! berarti rangkaian terhubung dengan baik, bila tidak terjadi, periksa kembali hubungan kabel-kabel, hubungan antar kaki transistor basis, collector emitter apakah tidak terjadi kesalahan dalam pemasangan ketiga kakinya, power supply apakah sudah terhubung dengan baik.

Setelah muncul suara noise..sssssss.., langkah berikutnya, adalah menemukan frekuensi yang dimaksud , yaitu dengan merenggangkan atau merapatkan lilitan L1, dan memutar kapasitor variable,.hingga kita menemukan suatu signal.  Aircraft Band memliki bandwith antara 108-135 MHZ .  Signal komunikasi Aircraft band biasanya hanya singkat. biasanya memiliki beberapa chanel,. komunikasi bisa antara pilot dengan ATC,..atau pilot dengan ground. Kita bisa melakukan experiment untuk menemukan chanel frekuensi lainnya dengan cara mengatur lilitan L1 dan nilai Kapasitor CV*.   Video rangkaian Aircraft Band Receiver ini dapat dilihat dalam video you tube di bawah ini.

(Originally Posted By : adibaduts)

9 thoughts on “SENSITIVE AIRCRAFT BAND RECEIVER

    1. Sorry I’m too late reply your comment due to my busiest activity..
      C3 –> CV* is the capacitor which put series with Trimmer Capacitor.(C4). in this circuits i’m use 2 PF capacitor, if you need lower value..you should be put some capacitor.., Do you ever know Capacitor Formula..??? c1 + C2 if series it will be 1/C1 + 1/C2…, if put series,.. you will be get lower value PF of Capacitor…, So if you haven’t found the desired frequency (aircraft band frequency) …you can do experiment with changes value PF capacitor as shown to part list..! C4 is the Trimmer Capacitor,as shown at soldafria.com.br..!! it will be work too. C4 is used for search or tune air band frequency… i think you can’t found the absolute value for this trimmer…,to make sure this value..use the Capacitance Meter…, C5 this values of PF capacitor which that work done..5pf until 7pf…if you difficult found 5pf..u can substitute with 6 PF or 7 PF…, okay’s good luck..

    1. nilainya c3 itu harus bernilai 2 sampai 3 pF atau bisa diganti juga dengan trimmer capacitor,,,yang dipasang seri dengan Trimer Capacitor dgn nilai 5-20PF..gunakan alat Capacitance meter..agar nilai dari trimmer sesuai dengan yang diperlukan

  1. Tq for all your effort u’ve in sharing with us the airband Rx project. I want to share my experience in successfully building one – use jap transistor type c9018, C5=5.6pf Cv=2pf, use ceremic type for all non electrolyte caps, use trimmer cap for variable cap. I add a 50kohm pot at C10 (10nF) and link it to the LM 386 amplifier. Keep the 9volt battery at a distance from L1 as it’s metallic body can effect the L1’s performance. tq again.

  2. hai adibaduts …
    very nice circuits .i want more details about this circuit .. frm my place airport distance 100kml (90mls) . this circuit receving frm 100kml? or please give me another circuit diagram.
    please replay asap. thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s